Skoliosis adalah kelengkungan tulang belakang ke samping yang membuat punggung tampak seperti huruf “S” atau “C” bila dilihat dari belakang.
Pada tulang belakang normal, bila dilihat dari belakang, ruas-ruasnya tersusun lurus. Pada skoliosis, tulang belakang melengkung ke samping dan sering disertai puntiran tulang. Dokter umumnya menilai skoliosis dari foto rontgen dengan mengukur sudut kelengkungan (sudut Cobb), dan kelengkungan sekitar 10 derajat atau lebih secara umum disebut skoliosis. Perlu dibedakan dari postur membungkuk atau miring akibat kebiasaan, yang dapat diperbaiki dengan memperbaiki posisi, sedangkan skoliosis merupakan kelengkungan struktural pada tulang.
Jenis Skoliosis
|
Jenis |
Penjelasan |
| Idiopatik | Paling umum; penyebabnya tidak diketahui, biasanya mulai tampak pada masa pertumbuhan remaja |
| Kongenital | Terjadi karena kelainan bentuk ruas tulang belakang sejak lahir |
| Neuromuskular | Berkaitan dengan gangguan saraf atau otot, misalnya pada penyakit saraf tertentu |
| Degeneratif (pada dewasa) | Muncul pada usia lanjut karena aus pada sendi dan cakram tulang belakang |
Gejala Skoliosis
- Asimetri bahu
- Tulang belikat tampak menonjol di satu sisi
- Pinggul tidak sejajar
- Postur tubuh miring
- Nyeri punggung
- Gangguan pernapasan
Penanganan Skoliosis
- Pengamatan rutin
- Pemakaian brace (penyangga punggung), siberikan kepada anak-anak/remaja untuk mencegah lengkungan bertambah parah
- Fisioterapi dan latihan peregangan, untuk memperkuat otot dan memperbaiki postur
- Operasi (spinal fusion), diperlukan bila lengkungan melebihi 40-50 derajat atau menyebabkan masalah serius.
| Aspek |
Saran bagi Pekerja dan Tempat Kerja |
| Ergonomi | Atur tinggi meja, kursi, dan peralatan agar punggung tertopang dan tidak miring; ubah posisi secara berkala |
| Angkat beban | Gunakan teknik angkat yang benar dan alat bantu; batasi beban berat dan gerakan memutar berulang bila menimbulkan nyeri |
| Postur statis | Hindari duduk atau berdiri terlalu lama; lakukan peregangan dan jeda gerak |
| Aktivitas fisik | Olahraga ringan seperti berjalan, berenang, dan latihan penguatan inti tubuh sesuai anjuran dokter |
Meski sering tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya, skoliosis bukanlah kondisi yang bisa dianggap remeh. Kelengkungan yang semakin parah dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Dengan pemeriksaan dini, pemantauan rutin dan penangan yang tepar, Skoliosis dapat dikendalikan agar tidak berdampak jangka Panjang.
Salam Safety!







