Hipotermia adalah kondisi ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35°C akibat tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada kemampuannya menghasilkan panas. Pakaian basah akibat hujan mempercepat hilangnya panas tubuh hingga 25 kali lebih cepat dibanding pakaian kering, karena air menghantarkan panas keluar dari tubuh jauh lebih cepat daripada udara.
| Tingkat Keparahan |
Tanda dan Gejala |
| Ringan (35–32°C) | Menggigil hebat, kulit dingin dan pucat, bicara mulai tidak jelas, koordinasi tubuh menurun |
| Sedang (32–28°C) | Menggigil berhenti, kebingungan, gerakan lambat dan kaku, mengantuk berat, bicara sangat tidak jelas |
| Berat (< 28°C) | Kesadaran menurun drastis hingga tidak sadarkan diri, napas dan denyut nadi melemah, dapat mengancam nyawa |
Pertolongan Pertama pada Hipotermia
- Segera pindahkan korban ke tempat yang kering, hangat, dan terlindung dari angin.
- Ganti pakaian yang basah dengan mantel atau selimut hangat dan kering
- Hangatkan tubuh secara bertahap menggunakan selimut, pakaian kering berlapis, atau kontak kulit dengan orang lain yang hangat — hindari pemanasan terlalu cepat atau mendadak (misalnya air sangat panas).
Beberapa hal yang harus diperhatikan Ketika memberi pertolongan pertama pada korban hipotermia adalah:
- Jangan menghangatkan tubuh korban secara instan, misalnya dengan heating lamp (lampu) atau mandi dengan air panas.
- Jangan mencoba menghangatkan lengan dan kaki korban, sebab kondisi ini dapat membuat jantung dan paru-paru stres.
- Jangan beri korban minuman beralkohol atau rokok. Alkohol dapat menghambat proses penghangatan. Sedangkan rokok, bisa mengganggu sirkulasi yang diperlukan untuk menghangatkan tubuh.
Kehujanan sering dianggap hal sepele yang paling banter berakhir dengan flu, padahal tubuh yang basah dan kedinginan dalam waktu lama dapat membawa risiko yang jauh lebih serius dari yang kita sadari. Kepedulian kecil seperti segera berganti pakaian kering atau menghangatkan tubuh dapat mencegah dampak yang lebih besar.
Salam Safety!







