Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Mimisan (Epistaksis)

Mimisan atau epistaksis adalah kondisi keluarnya darah dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah pada bagian dalam rongga hidung. Kondisi ini sangat umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Meskipun sebagian besar kasus mimisan tergolong ringan dan dapat berhenti sendiri, pada beberapa kondisi tertentu mimisan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Jenis Mimisan

Epistaksis umumnya dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan lokasi sumber perdarahan:

  1. Epistaksis anterior – jenis yang paling umum terjadi, bersumber dari pembuluh darah di bagian depan rongga hidung (pleksus Kiesselbach). Biasanya lebih mudah diatasi dan jarang berbahaya.
  2. Epistaksis posterior – bersumber dari pembuluh darah di bagian belakang rongga hidung. Jenis ini lebih jarang terjadi namun cenderung lebih sulit dihentikan dan berisiko lebih tinggi, terutama pada orang dewasa dan lansia.
Penyebab Mimisan

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan mimisan antara lain:

  • Udara yang kering, sehingga membuat selaput lendir hidung mudah pecah
  • Kebiasaan mengorek hidung atau trauma ringan pada hidung
  • Infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau sinusitis
  • Paparan zat iritan, misalnya asap rokok atau bahan kimia
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan pembekuan darah atau penggunaan obat pengencer darah
  • Cedera atau benturan pada hidung dan wajah
  • Perubahan hormon, misalnya pada masa kehamilan
Cara Penanganan Pertama

Langkah-langkah berikut dapat dilakukan untuk menangani mimisan secara mandiri:

  1. Duduk tegak dan sedikit condongkan kepala ke depan untuk mencegah darah mengalir ke tenggorokan
  2. Tekan bagian lunak hidung (di bawah tulang keras) selama sekitar 10–15 menit tanpa dilepas
  3. Bernapas melalui mulut selama proses ini berlangsung
  4. Hindari mendongakkan kepala ke belakang, karena dapat menyebabkan darah tertelan dan memicu mual
  5. Kompres dingin pada pangkal hidung untuk membantu menghentikan perdarahan
  6. Setelah perdarahan berhenti, hindari membuang ingus atau mengorek hidung selama beberapa jam
Pencegahan

Beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko mimisan berulang, di antaranya menjaga kelembapan udara di dalam ruangan, menghindari kebiasaan mengorek hidung, menggunakan pelembap hidung saat cuaca kering, serta mengontrol tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Mimisan umumnya bukan kondisi yang berbahaya dan dapat ditangani dengan penanganan pertama yang tepat. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Let's discuss

Get Your Free Consultation

Let’s discuss your safety and electrical needs. Fill out the form below, and our expert team will contact you within 24 hours to confirm your appointment.

Absen Toolbox Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.