Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Bahaya Terlalu Lama Duduk

Banyak pekerjaan saat ini menuntut seseorang duduk dalam waktu lama, baik di kantor, ruang kontrol, kendaraan operasional, maupun di depan komputer. Duduk sering dianggap sebagai posisi yang aman dan tidak berisiko dibanding pekerjaan fisik berat. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa duduk terlalu lama secara terus-menerus memiliki dampak kesehatan yang signifikan, bahkan disebut sebagai salah satu bentuk perilaku sedentari yang berisiko menyerupai bahaya merokok bila dilakukan tanpa jeda dalam jangka panjang.

Apa itu Perilaku Sedentari?

Perilaku sedentari adalah aktivitas dengan pengeluaran energi yang sangat rendah saat posisi duduk, bersandar, atau berbaring dalam keadaan terjaga, seperti duduk bekerja di depan komputer, mengemudi dalam waktu lama, atau duduk saat rapat berjam-jam. Berbeda dengan istirahat yang sehat, perilaku sedentari menjadi masalah ketika berlangsung terus-menerus tanpa jeda dalam waktu yang lama, terlepas dari apakah seseorang juga rutin berolahraga di luar jam kerja.

Dampak Bahaya Duduk Terlalu Lama

Sistem Tubuh

Dampak yang Dapat Terjadi

Sistem Otot dan Tulang Nyeri punggung bawah, nyeri leher dan bahu, postur tubuh memburuk (misalnya bungkuk)
Sistem Peredaran Darah Sirkulasi darah di kaki memburuk, risiko pembekuan darah (deep vein thrombosis) pada kasus ekstrem, varises
Metabolisme Meningkatkan risiko obesitas, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2 akibat metabolisme tubuh melambat
Jantung dan Pembuluh Darah Meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung
Kesehatan Mental Meningkatkan risiko kelelahan, penurunan mood, dan stres akibat kurang bergerak dan minim variasi aktivitas

 

⚠ WASPADAI TANDA-TANDA BERIKUT AKIBAT TERLALU LAMA DUDUK:

▪      Nyeri atau kaku pada punggung bawah, leher, dan bahu yang muncul berulang

▪      Kaki terasa bengkak, kesemutan, atau mati rasa setelah duduk lama

▪      Rasa lelah berlebihan meski tidak melakukan aktivitas fisik berat

▪      Postur tubuh yang mulai berubah (bungkuk, bahu maju ke depan)

 

Langkah Mengurangi Risiko Duduk Terlalu Lama
  1. Berdiri dan bergerak setiap 30–60 menit, meski hanya berjalan singkat di sekitar area kerja.
  2. Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, punggung, dan kaki secara berkala saat bekerja.
  3. Gunakan waktu istirahat untuk berjalan kaki, misalnya saat makan siang atau berpindah ruangan.
  4. Atur pengingat (alarm/aplikasi) untuk berdiri dan bergerak secara berkala saat bekerja dalam waktu lama.
  5. Pertimbangkan berdiri saat melakukan panggilan telepon atau rapat singkat bila memungkinkan.
  6. Tetap aktif secara fisik di luar jam kerja, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan secara rutin.

 

Duduk memang terasa nyaman dan aman, namun tubuh kita dirancang untuk bergerak, bukan diam dalam waktu lama. Menyisipkan waktu berdiri dan bergerak di sela pekerjaan bukanlah gangguan terhadap produktivitas, melainkan investasi kecil untuk kesehatan yang berkelanjutan. Mari mulai mebangun kebiasaan bergerak yang lebih sehat di tempat kerja.

Salam Safety!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Let's discuss

Get Your Free Consultation

Let’s discuss your safety and electrical needs. Fill out the form below, and our expert team will contact you within 24 hours to confirm your appointment.

Absen Toolbox Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.