Prediabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah seseorang lebih tinggi dari normal, namun belum cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes tipe 2. Kondisi ini menandakan tubuh mulai mengalami gangguan dalam mengelola gula darah, baik karena resistensi insulin maupun penurunan produksi insulin oleh pankreas.
Klasifikasi Kadar Gula Darah
| Kategori | Gula Darah Puasa |
HbA1c |
| Normal | < 100 mg/dL | < 5,7 % |
| Prediabetes | 100–125 mg/dL | 5,7–6,4 % |
| Diabetes | ≥ 126 mg/dL | ≥ 6,5 % |
Faktor Risiko Prediabetes
| Kategori |
Contoh Faktor Risiko |
| Tidak dapat diubah | Usia ≥ 45 tahun, riwayat keluarga diabetes, riwayat diabetes gestasional |
| Dapat diubah (gaya hidup) | Kelebihan berat badan/obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan |
| Kondisi medis penyerta | Hipertensi, kolesterol tinggi, sindrom ovarium polikistik (PCOS) |
| Faktor pekerjaan | Kerja shift yang mengganggu pola makan dan tidur, gaya kerja duduk terlalu lama (sedentary), stres kerja berkepanjangan |
Prediabetes sering disebut kondisi ‘diam-diam’ karena sebagian besar penderitanya tidak merasakan gejala apa pun. Bila muncul, gejala biasanya ringan dan tidak khas, seperti mudah lelah, sering merasa haus, atau lebih sering buang air kecil. Karena minimnya gejala, banyak orang baru menyadari kondisinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau setelah berkembang menjadi diabetes.
Langkah Pencegahan dan Pengelolaan
- Turunkan berat badan bertahap bila kelebihan berat badan (penurunan 5–7% dari berat badan terbukti signifikan menurunkan risiko)
- Rutin beraktivitas fisik minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, atau olahraga ringan-sedang lainnya)
- Kurangi konsumsi gula tambahan, minuman manis, dan karbohidrat olahan (nasi putih, tepung putih berlebihan)
- Perbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan biji-bijian utuh
- Cukup tidur dan kelola stres dengan baik, karena keduanya memengaruhi kadar gula darah
- Hindari atau batasi konsumsi alkohol dan berhenti merokok
Prediabetes adalah sinyal peringatan dari tubuh, bukan vonis akhir. Berbeda dengan diabetes yang harus dikelola seumur hidup, prediabetes memberi kita kesempatan untuk berbalik arah sebelum kondisi berkembang lebih jauh. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten — lebih banyak bergerak, memilih makanan dengan lebih bijak, dan rutin memeriksakan kesehatan — dapat memberikan dampak besar bagi masa depan kesehatan kita. Mari untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sendiri, karena tubuh yang sehat adalah modal utama untuk terus produktif dan bekerja dengan aman.
Salam Safety!






