Jalur pejalan kaki (pedestrian walkway) adalah area yang setiap hari dilalui banyak pekerja untuk berpindah antar lokasi kerja. Saat musim hujan, jalur ini menjadi lebih berisiko akibat genangan air, permukaan licin, lumut, maupun sampah yang terbawa air hujan. Kecelakaan seperti terpeleset, tersandung, atau terjatuh (slip, trip, and fall) merupakan salah satu jenis insiden yang paling sering terjadi di area kerja.
Penyebab Umum Jalur Pejalan Kaki Tidak Aman
|
Penyebab |
Contoh Kondisi di Lapangan |
| Genangan air | Drainase tersumbat sampah/lumpur, permukaan jalur tidak rata, saluran air tidak berfungsi optimal |
| Lumut dan permukaan licin | Kelembapan tinggi memicu pertumbuhan lumut pada paving/beton yang jarang dibersihkan |
| Sampah dan material berserakan | Daun gugur menumpuk, sampah terbawa air hujan, sisa material proyek tercecer di jalur pejalan kaki |
| Penerangan kurang memadai | Lampu jalur pejalan kaki mati/redup, semakin berisiko saat hujan dan mendung membuat suasana lebih gelap |
| Kerusakan struktur jalur | Paving pecah/bergelombang, lubang tersembunyi di bawah genangan air |
Langkah Menjaga Kebersihan dan Keselamatan Jalur Pejalan Kaki
- Bersihkan jalur pejalan kaki secara rutin dari sampah, daun, dan lumpur, terutama setelah hujan turun
- Lakukan pembersihan lumut secara berkala pada permukaan paving/beton yang rawan licin
- Pastikan saluran drainase di sepanjang jalur tidak tersumbat agar air tidak menggenang
- Perbaiki segera kerusakan jalur seperti paving pecah, bergelombang, atau berlubang
- Periksa dan pastikan penerangan di sepanjang jalur berfungsi baik, terutama untuk jam kerja pagi/sore saat cuaca mendung
Kepedulian kecil seperti membersihkan genangan air atau melaporkan jalur yang rusak dapat mencegah cedera yang bisa dihindari.
Salam Safety!








