Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus, terutama dari urine, kotoran, dan air liur tikus yang mengering lalu terhirup oleh manusia. Risiko paparan dapat meningkat di area kerja seperti gudang, mess, workshop, area penyimpanan material, maupun lokasi yang jarang dibersihkan. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan dan berpotensi fatal apabila tidak segera ditangani.
Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, lemas, mual, dan batuk. Pada kondisi yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas akibat gangguan paru-paru. Karena gejalanya mirip penyakit umum lainnya, pekerja perlu lebih waspada apabila memiliki riwayat kontak dengan area yang terdapat tikus atau kotorannya.
Untuk mencegah paparan hantavirus di tempat kerja, seluruh pekerja wajib menjaga kebersihan area kerja dan memastikan tidak ada sisa makanan yang dapat mengundang tikus. Sampah harus dibuang pada tempat tertutup, serta lakukan inspeksi rutin pada area yang berpotensi menjadi sarang tikus. Hindari menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena debu dapat terhirup. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan disinfektan sebelum dibersihkan.
Gunakan APD yang sesuai seperti sarung tangan dan masker saat membersihkan area yang terkontaminasi. Pastikan ventilasi area cukup baik sebelum melakukan pembersihan ruangan tertutup yang lama tidak digunakan. Jika menemukan banyak jejak tikus atau adanya pekerja dengan gejala mencurigakan setelah paparan, segera laporkan kepada pengawas atau tim HSE untuk penanganan lebih lanjut.
Ingat, menjaga kebersihan lingkungan kerja bukan hanya tentang kerapihan, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan seluruh pekerja.