Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Mengenal dan Mencegah Angina (Angin Duduk)

Angina (angin duduk) adalah rasa nyeri, tertekan, atau tidak nyaman di dada yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapat cukup aliran darah dan oksigen, biasanya akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Angina bukan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari adanya gangguan pada jantung.

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab utama angina adalah penyakit jantung koroner, yaitu penumpukan plak lemak (aterosklerosis) yang mempersempit pembuluh darah jantung. Beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai:

  • Aktivitas fisik berat mendadak tanpa pemanasan
  • Paparan panas ekstrem atau dehidrasi
  • Merokok dan paparan asap rokok di area kerja
  • Stres kerja tinggi, tekanan waktu (deadline), dan kelelahan (fatigue)
  • Riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas
  • Kurang istirahat akibat shift kerja panjang atau kerja malam

 

Kenali Gejalanya
Aspek Keterangan
Nyeri/tekanan dada Rasa seperti ditekan, diremas, terbakar, atau berat di tengah/kiri dada
Penjalaran nyeri Menjalar ke lengan (terutama kiri), bahu, leher, rahang, atau punggung
Sesak napas Napas pendek, terutama saat beraktivitas atau naik tangga
Gejala penyerta Keringat dingin, pusing, mual, lemas, jantung berdebar
Waktu muncul Sering saat beraktivitas fisik/stres, mereda dengan istirahat (angina stabil)
Tanda bahaya (segera darurat) Nyeri dada berat >15 menit, tidak mereda dengan istirahat, disertai sesak berat atau pingsan

 

Langkah Pertolongan Pertama
1 Hentikan segera aktivitas kerja dan minta korban duduk atau berbaring dengan posisi nyaman (setengah duduk).
2 Longgarkan pakaian yang ketat dan pastikan area sekitar memiliki udara segar.
3 Segera hubungi tim P3K/medis/HSE sesuai prosedur tanggap darurat lokasi kerja.
4 Jika korban memiliki obat angina (misalnya nitrat) yang diresepkan dokter, bantu sesuai instruksi medis yang berlaku.
5 Jika nyeri dada tidak mereda dalam beberapa menit, korban tidak sadarkan diri, atau berhenti bernapas normal, perlakukan sebagai kondisi darurat jantung: hubungi layanan gawat darurat dan siapkan pertolongan lanjutan (termasuk AED/CPR oleh petugas terlatih) sesuai prosedur.
6 Jangan tinggalkan korban sendirian dan catat waktu kejadian serta gejala untuk laporan insiden.

 

Upaya Pencegahan

  • Lakukan pemeriksaan kesehatan berkala (MCU) sesuai jadwal perusahaan, termasuk tekanan darah dan profil lemak darah.
  • Kelola beban kerja fisik secara bertahap, hindari aktivitas berat mendadak tanpa pemanasan
  • Terapkan pola makan seimbang, rendah lemak jenuh, gula, dan garam; perbanyak sayur dan buah
  • Rutin berolahraga ringan-sedang sesuai anjuran (minimal 150 menit/minggu)
  • Jaga berat badan ideal
  • Kelola stres dengan baik, cukup istirahat dan tidur
  • Kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara rutin
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Let's discuss

Get Your Free Consultation

Let’s discuss your safety and electrical needs. Fill out the form below, and our expert team will contact you within 24 hours to confirm your appointment.

Absen Toolbox Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.