Korsleting listrik menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di rumah maupun tempat kerja. Kabel yang terkelupas, stopkontak yang longgar, atau sambungan yang tidak rapi dapat memicu percikan api tanpa disadari. Kerusakan semacam ini sering kali berkembang perlahan, sehingga baru terlihat setelah terjadi masalah serius.
Hal-Hal yang Perlu Diperiksa
- Kondisi fisik kabel Periksa apakah ada bagian kabel yang terkelupas, retak, atau terlihat gosong. Kabel yang tergigit hewan peliharaan atau tertindih benda berat juga perlu diwaspadai.
- Stopkontak dan steker Pastikan stopkontak tidak longgar saat steker dicolokkan. Stopkontak yang terasa panas, mengeluarkan bau terbakar, atau berubah warna kehitaman adalah tanda bahaya yang harus segera ditangani.
- Beban listrik berlebih Hindari menumpuk terlalu banyak peralatan pada satu stopkontak atau terminal (colokan cabang). Beban berlebih membuat kabel cepat panas dan meningkatkan risiko korsleting.
- Sambungan kabel Sambungan kabel yang hanya dililit tanpa isolasi yang baik sangat rentan menimbulkan percikan api. Gunakan konektor yang sesuai standar.
- Kabel yang tertekuk atau tertarik Kabel yang sering ditekuk tajam atau ditarik paksa dari stopkontak dapat merusak lapisan isolasi di bagian dalam, meski bagian luarnya tampak baik-baik saja.
Inspeksi tidak memerlukan keahlian teknik khusus. Setiap pekerja dapat melakukan pemeriksaan visual sederhana sebelum atau setelah menggunakan peralatan listrik di area kerjanya. Periksa kondisi fisik kabel secara menyeluruh dari ujung ke ujung, pastikan tidak ada bagian yang terkelupas, terlipat tajam, atau terkena air. Periksa stopkontak dan pastikan tidak ada tanda panas berlebih, perubahan warna, maupun bau yang tidak wajar. Jika ditemukan kondisi yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas teknik atau tim K3 dan jangan menggunakan instalasi tersebut sebelum diperbaiki.