Budaya saling mengingatkan merupakan bagian penting dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Budaya ini menekankan bahwa setiap pekerja memiliki tanggung jawab tidak hanya terhadap keselamatan diri sendiri, tetapi juga terhadap keselamatan rekan kerja. Dengan saling mengingatkan, potensi bahaya dapat dicegah sebelum terjadi kecelakaan.
Saling mengingatkan bukanlah bentuk mencari kesalahan atau menyalahkan rekan kerja, melainkan wujud kepedulian dan kerja sama tim. Tindakan sederhana seperti mengingatkan penggunaan APD, posisi kerja yang tidak aman, atau kondisi area kerja yang berisiko dapat menyelamatkan nyawa dan mencegah cedera serius.
Penerapan budaya ini membutuhkan komunikasi yang baik dan sikap saling menghargai. Mengingatkan sebaiknya dilakukan dengan cara yang sopan, jelas, dan fokus pada risiko, bukan pada orangnya. Misalnya dengan mengatakan, “Mohon gunakan helm keselamatan karena ada risiko benda jatuh,” bukan dengan nada menyalahkan atau emosi.
Manfaat budaya saling mengingatkan antara lain menurunnya angka kecelakaan kerja, meningkatnya kepedulian antarpekerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Lingkungan kerja yang aman akan berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas kerja.
Oleh karena itu, mari kita bangun budaya saling mengingatkan sebagai kebiasaan positif di tempat kerja. Jangan ragu untuk mengingatkan dan jangan tersinggung saat diingatkan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan saling peduli adalah kunci utama untuk mencegah kecelakaan kerja.