Sampah yang dibuang tanpa dipilah bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyulitkan proses pengelolaan dan daur ulang di tahap selanjutnya. Padahal, dengan memilah sampah sejak dari sumbernya, sebagian besar sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna atau dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Memilah sampah adalah kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan oleh siapa saja, termasuk di lingkungan kerja, namun berdampak besar bagi kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan.
Kategori Pemilahan Sampah
|
Kategori |
Contoh Sampah |
Penanganan yang Tepat |
| Organik (Hijau) | Sisa makanan, daun, ranting, kulit buah/sayur | Kompos, pakan ternak, biogas |
| Anorganik Daur Ulang (Kuning) | Plastik, kertas, kardus, logam, kaca/botol | Dijual/disetor ke bank sampah, didaur ulang |
| B3 (Bahan Berbahaya & Beracun) (Merah) | Baterai bekas, lampu/bohlam, kemasan oli/cat, limbah elektronik | Diserahkan ke pihak pengelola limbah B3 berizin |
| Residu (Abu-abu) | Puntung rokok, popok, sampah yang tidak dapat didaur ulang/dikompos | Diangkut ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) |
⚠ HINDARI KESALAHAN PEMILAHAN BERIKUT:
|
Memilah sampah mungkin terlihat seperti langkah kecil dalam keseharian kerja, namun bila dilakukan secara konsisten oleh banyak orang, dampaknya dapat sangat besar bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kebiasaan sederhana ini mencerminkan kepedulian kita terhadap lingkungan kerja dan generasi mendatang.
Salam Safety!






