Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu gangguan kesehatan yang paling sering dialami pekerja, terutama di lingkungan kerja dengan paparan debu, asap, polusi udara, atau kondisi ruang kerja yang padat dan berventilasi buruk. Meski sering dianggap penyakit ringan, ISPA dapat menyebar dengan cepat antar pekerja, menurunkan produktivitas, dan pada kasus tertentu berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti pneumonia.
Apa Itu ISPA?
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru, yang berlangsung hingga 14 hari. ISPA dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas (pilek, radang tenggorokan) maupun bagian bawah (bronkitis, pneumonia). Sebagian besar kasus ISPA bersifat ringan dan dapat sembuh sendiri, namun pada kelompok rentan atau bila tidak ditangani dengan baik, ISPA dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih berat.
Penyebab ISPA
|
Penyebab |
Keterangan |
| Virus | Penyebab tersering — influenza, rhinovirus, adenovirus, RSV, coronavirus |
| Bakteri | Streptococcus, Haemophilus influenzae, dapat menyebabkan infeksi lebih berat |
| Faktor lingkungan kerja | Debu, asap, polusi udara, kabut asap kebakaran hutan, ruang kerja dengan ventilasi buruk |
| Faktor daya tahan tubuh | Kelelahan, kurang istirahat, gizi kurang, penyakit penyerta (asma, diabetes) |
Penanganan Awal
- Istirahat yang cukup dan jangan memaksakan diri untuk tetap bekerja saat bergejala.
- Perbanyak minum air putih untuk membantu mengencerkan dahak dan mencegah dehidrasi.
- Gunakan masker saat bergejala untuk mencegah penularan ke rekan kerja lain.
- Kompres hangat atau konsumsi obat penurun demam sesuai anjuran untuk meredakan demam.
- Hindari paparan asap rokok, debu, dan udara dingin/AC langsung selama masa pemulihan.
- Segera periksakan diri ke petugas kesehatan/klinik apabila gejala memberat atau tidak membaik dalam beberapa hari.
Pencegahan di Tempat Kerja
- Terapkan etika batuk dan bersin yang benar (tutup mulut/hidung dengan siku bagian dalam atau tisu)
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun atau gunakan hand sanitizer, terutama sebelum makan
- Gunakan masker saat berada di area berdebu, berasap, atau saat sedang bergejala
- Pastikan ventilasi ruang kerja memadai, hindari ruangan tertutup dan padat orang dalam waktu lama
- Jaga daya tahan tubuh dengan istirahat cukup, makan bergizi seimbang, dan olahraga teratur
- Segera pisahkan/isolasi sementara pekerja yang bergejala untuk mencegah penularan ke rekan kerja lain
- Sediakan fasilitas cuci tangan dan APD (masker) yang memadai di area kerja, terutama saat kualitas udara memburuk




