Kelelahan kerja (fatigue) merupakan salah satu faktor risiko penyumbang kecelakaan kerja terbesar, terutama pada sektor dengan intensitas tinggi seperti logistik, pertambangan, maupun pemrosesan mineral. Sindrom kelelahan (burnout) adalah kondisi psikologis yang timbul dari stress kerja yang berkepanjangan yang ditandai dengan kelelahan emosional, depresi, dan berkurangnya rasa pencapaian pribadi yang menimbulkan perasaan kurangnya keberhasilan dalam pekerjaan.
Tanda-Tanda Kelelahan Fisik
- Mudah mengantuk — mata berat, sulit fokus, dan menguap berlebihan.
- Koordinasi menurun — sering salah pijak atau gerakan kurang presisi.
- Pegal tidak biasa — sakit kepala, nyeri leher, bahu, atau punggung.
- Reaksi lambat — respons melambat terhadap instruksi atau sinyal bahaya.
- Stamina menurun — cepat lelah meski aktivitas masih ringan.
Tanda-Tanda Kelelahan Mental
- Sulit konsentrasi — mudah teralihkan, sering lupa langkah kerja rutin.
- Emosi tidak stabil — reaksi berlebihan pada hal kecil, mudah marah.
- Menarik diri — enggan berinteraksi, lebih banyak diam.
- Motivasi menurun — pekerjaan terasa berat dan kehilangan semangat.
- Pola tidur/makan berubah — sulit tidur atau nafsu makan berubah drastis.
Memahami ritme kapasitas kerja dan kebutuhan energi personal merupakan pondasi utama dalam manajemen kelelahan. Beberapa Langkah yang wajib diterapkan di area kerja yaitu membatasi jam kerja berlebihan dan memastikan jadwal libur/istirahat yang memadai untuk memulihkan energi fisik dan mental, memastikan pekerja menjaga hidrasi dan asupan makanan bergizi selama bekerja, melakukan peregangan ringan secara berkala, dan membangun budaya kerja yang terbuka.