Bekerja dengan terburu-buru sering dianggap sebagai cara untuk mengejar target atau menyelesaikan pekerjaan lebih cepat. Namun, sikap tergesa-gesa justru menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Saat terburu-buru, pekerja cenderung mengabaikan prosedur keselamatan, tidak melakukan pengecekan alat, serta melewatkan langkah kerja penting yang seharusnya dilakukan sesuai SOP.
Kondisi terburu-buru dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko unsafe action, seperti salah menggunakan alat, tidak memakai APD dengan benar, atau bekerja di luar batas kemampuan. Kesalahan kecil akibat tergesa-gesa bisa berdampak besar, mulai dari cedera ringan, kerusakan peralatan, hingga kecelakaan serius yang membahayakan diri sendiri maupun rekan kerja di sekitar.
Beberapa faktor yang memicu pekerja menjadi terburu-buru antara lain tekanan target, keterlambatan jadwal, kurangnya perencanaan kerja, serta kelelahan fisik dan mental. Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan ini akan mendorong pekerja mengambil jalan pintas yang tidak aman. Padahal, bekerja dengan tenang, fokus, dan terencana justru lebih efektif dan menghasilkan pekerjaan yang aman serta berkualitas.
Untuk mencegah bahaya bekerja dengan terburu-buru, setiap pekerja wajib meluangkan waktu untuk melakukan Take 5, memahami JSA, memastikan kondisi alat dan APD sebelum bekerja, serta berani menghentikan pekerjaan jika merasa tidak aman. Ingat, keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik bekerja sedikit lebih lambat namun selamat, daripada cepat tetapi berisiko mengalami kecelakaan.