Getaran mesin merupakan salah satu bahaya fisik yang sering terjadi di area produksi, workshop, maupun maintenance. Paparan getaran secara terus-menerus, baik dari mesin produksi, gerinda, bor listrik, compressor, maupun alat berat, dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak dikendalikan dengan baik. Bahaya ini sering tidak disadari karena dampaknya muncul secara bertahap.
Paparan getaran dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pada tangan dan lengan (Hand Arm Vibration Syndrome / HAVS), seperti kesemutan, mati rasa, nyeri sendi, hingga penurunan kekuatan genggaman. Selain itu, getaran seluruh tubuh (Whole Body Vibration) dari alat berat atau kendaraan operasional dapat memicu gangguan tulang belakang, nyeri punggung, serta kelelahan berlebih. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan kerja.
Faktor yang memperparah risiko antara lain durasi penggunaan alat yang terlalu lama tanpa istirahat, kondisi mesin yang tidak terawat, serta posisi kerja yang tidak ergonomis. Mesin yang tidak seimbang atau bearing yang aus juga dapat meningkatkan intensitas getaran. Oleh karena itu, inspeksi rutin dan preventive maintenance sangat penting untuk mengurangi paparan risiko.
Upaya pengendalian dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti membatasi durasi penggunaan alat bergetar, melakukan rotasi kerja, menggunakan sarung tangan anti-getar, serta memastikan alat dalam kondisi baik sebelum digunakan. Selain itu, pekerja perlu memperhatikan posisi kerja yang nyaman dan tidak memaksakan penggunaan alat apabila terasa tidak normal atau bergetar berlebihan.
Sebagai penutup, risiko getaran mesin bukanlah bahaya yang terlihat secara langsung, namun dampaknya nyata terhadap kesehatan jangka panjang. Keselamatan bukan hanya tentang menghindari kecelakaan hari ini, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh untuk masa depan. Laporkan jika mesin terasa bergetar tidak wajar dan selalu utamakan prosedur kerja yang aman.