Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

Cedera Perut (Trauma Abdomen)

Cedera perut adalah cedera yang terjadi pada rongga perut (abdomen), yang dapat mengenai dinding perut maupun organ-organ di dalamnya seperti hati, limpa, lambung, usus, ginjal, atau pembuluh darah besar. Cedera perut dapat bersifat tumpul (tanpa robekan kulit) maupun tajam (disertai luka terbuka), dan keduanya berpotensi menimbulkan perdarahan internal yang mengancam nyawa meski tidak selalu tampak jelas dari luar.

Jenis dan Penyebab Cedera Perut di Tempat Kerja
Jenis Cedera

Contoh Penyebab di Tempat Kerja

Cedera Perut Tumpul (Blunt Trauma) Terbentur alat/mesin, terjatuh, tertimpa benda, terjepit, kecelakaan kendaraan/forklift
Cedera Perut Tajam (Penetrating Trauma) Tertusuk benda tajam, terkena serpihan material, terkena alat kerja bermata tajam
Cedera Akibat Tekanan Terjepit di antara dua alat/benda berat, tertekan beban di area perut

 

Tanda dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri hebat di area perut, dapat menyebar ke punggung atau bahu
  • Perut tampak bengkak, tegang, atau keras saat disentuh
  • Memar atau perubahan warna kulit di sekitar area yang terbentur
  • Mual dan muntah, kadang disertai muntah darah
  • Terdapat luka terbuka, dengan atau tanpa organ yang terlihat keluar dari luka
  • Tanda syok: kulit pucat dan dingin, keringat dingin, napas cepat, denyut nadi lemah dan cepat, pusing, hingga penurunan kesadaran
  • Darah pada urine atau BAB berwarna hitam pekat (tanda perdarahan internal)

 

Pertolongan Pertama pada Cedera Perut

Cedera Tanpa Luka Terbuka (Tumpul)

  1. Baringkan korban dengan posisi terlentang, lutut sedikit ditekuk untuk mengurangi ketegangan pada otot perut.
  2. Jangan berikan makan atau minum apa pun kepada korban.
  3. Amati tanda-tanda syok dan perdarahan internal secara berkala.
  4. Segera hubungi layanan gawat darurat dan bawa korban ke fasilitas medis secepatnya.

Cedera dengan Luka Terbuka

  1. Jangan mencabut benda yang masih menancap pada luka — stabilkan benda tersebut agar tidak bergeser.
  2. Jika ada organ yang keluar dari luka, jangan dorong kembali ke dalam. Tutup dengan kain/kasa bersih dan lembap tanpa menekan.
  3. Tutup luka dengan kain bersih untuk mengurangi risiko infeksi, tanpa memberikan tekanan berlebihan pada organ yang keluar.
  4. Baringkan korban senyaman mungkin dan jaga agar tetap hangat untuk mencegah syok.
  5. Segera hubungi layanan gawat darurat — cedera ini memerlukan penanganan medis segera.

 

Selalu gunakan Alat Pelindung Driri (APD) yang sesuai, Pastikan mesin dan alat kerja dilengkapi pengaman (guarding) untuk mencegah benturan atau terjepit, terapkan selalu prosedur kerja aman (SOP) saat mengoperasin mesin produksi, dan jaga kerapian area kerja agar bebas dari benda tajam atau material yang berpotensi menyebabkan tertusuk.

Salam Safety!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Let's discuss

Get Your Free Consultation

Let’s discuss your safety and electrical needs. Fill out the form below, and our expert team will contact you within 24 hours to confirm your appointment.

Absen Toolbox Meeting

Setiap karyawan WAJIB mengisi form dibawah ini untuk melakukan Absensi setiap habis pembacaan Materi Safety Topic.