Bahan kimia banyak digunakan di area produksi, seperti pelumas, cairan pembersih, thinner, coolant, hingga bahan coating. Tanpa penanganan yang tepat, bahan kimia dapat menimbulkan risiko seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, keracunan, kebakaran, bahkan ledakan. Oleh karena itu, setiap pekerja wajib memahami bahaya bahan kimia sebelum menggunakannya.
MSDS (Material Safety Data Sheet) atau SDS adalah lembar data keselamatan bahan yang berisi informasi lengkap tentang identitas bahan, bahaya, cara penanganan, penyimpanan, APD yang digunakan, hingga tindakan darurat jika terjadi paparan. MSDS harus tersedia di area kerja dan mudah diakses oleh seluruh pekerja. Jangan menggunakan bahan kimia jika belum memahami informasi yang tertera pada MSDS.
Paparan bahan kimia dapat terjadi melalui tiga jalur utama, yaitu terhirup (uap/debu), kontak kulit, dan tertelan. Oleh karena itu, penggunaan APD seperti sarung tangan, masker/respirator, goggles, dan apron sangat penting sesuai rekomendasi pada MSDS. Pastikan juga ventilasi area kerja memadai untuk mencegah penumpukan uap berbahaya.
Selain itu, penyimpanan bahan kimia harus sesuai dengan klasifikasinya. Hindari mencampur bahan yang tidak kompatibel, simpan dalam wadah tertutup dan berlabel jelas, serta jauhkan dari sumber panas atau api. Jika terjadi tumpahan, segera lakukan penanganan sesuai prosedur tanggap darurat dan laporkan kepada atasan atau tim HSE.
Keselamatan dalam penggunaan bahan kimia dimulai dari pemahaman dan kepatuhan terhadap MSDS. Jangan abaikan label, jangan bekerja tergesa-gesa, dan selalu utamakan keselamatan sebelum memulai pekerjaan. Aman bekerja, selamat sampai rumah.