Make Sure Your Workplace
is a Safe Place..

NIPAH VIRUS

Penyakit virus Nipah (Nee-pa) adalah infeksi zoonosis yang disebabkan oleh virus Nipah (NiV), penyakit zoonosis berbahaya ini dapat menular dari hewan ke manusia dan antar manusia. Virus ini umumnya dibawa oleh kelelawar pemakan buah dan dapat menginfeksi manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan hewan terinfeksi, maupun droplet dari penderita. Penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi sehingga kewaspadaan sejak dini sangat penting. Penyakit ini pertama kali dilaporkan dari desa Kampung Sungai Nipah di Malaysia pada tahun 1998. Penularan dari manusia ke manusia juga terjadi. Wabah juga telah dilaporkan dari negara-negara lain di Asia Selatan dan Tenggara.

Hingga saat ini tercatat lima negara telah melaporkan KLB terkait penyakit virus Nipah yaitu Malaysia, Singapura, Bangladesh, India, dan Filipina dengan total kasus konfirmasi hingga tahun 2018 sebanyak 643 kasus dengan 380 kematian. KLB Nipah pertama kali dilaporkan pada bulan September 1998 pada peternak babi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia. KLB penyakit virus Nipah di Asia Selatan memiliki pola musiman dan jangkauan geografis yang terbatas. Semua KLB terjadi selama bulan-bulan musim dingin dan musim semi (Desember–Mei). Hal ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor seperti musim kawin kelelawar, peningkatan pelepasan virus oleh kelelawar dan musim panen nira kurma. Penelitian (Nikolay et al, 2019) menyebutkan bahwa terdapat faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan dari manusia ke manusia seperti jenis kelamin dan usia. Pasien laki-laki terinfeksi delapan kali lebih banyak dibanding wanita. Hampir semua penularan terjadi pada pasien usia >45 tahun.

Penularan Virus Nipah dapat melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar, babi, atau cairan hewan (seperti darah, urin, air liur, feses)
  • Mengkonsumsi produk makanan (seperti nira sawit atau buah) yang telah terkontaminasi cairan tubuh hewan yang terinfeksi
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi NiV atau cairan tubuhnya (termasuk droplet, urin, atau darah)

Seseorang yang terinfeksi awalnya akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan nyeri tenggorokan. Gejala ini dapat diikuti dengan pusing, mudah mengantuk, penurunan kesadaran dan tanda-tanda neurologis lain. Beberapa orang pun dapat mengalami pneumonia atipikal dan gangguan saluran pernapasan berat. Pada kasus yang berat, ensefalitis dan kejangakan muncul dan dapat berlanjut menjadi koma dalam 24-48 jam hingga kematian. Rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar di antara 40% hingga 75%.

Pencegahan terhadap penyakit virus Nipah dilakukan utamanyamelalui pengendalian faktor risiko yang dapat dilakukan melaluilangkah berikut:

  • Tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karenakelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira padamalam hari. Oleh karenanya perlu dimasak sebelumdikonsumsi
  • Cuci dan kupas buah secara menyuluruh
  • Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar
  • Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi, kuda) yangkemungkinan terinfeksi virus Nipah. Apabila terpaksa harusmelakukan kontak, maka menggunakan APD.
  • Bagi petugas pemotong hewan, sarung tangan dan pelindungdiri harus digunakan sewaktu menyembelih atau memotonghewan yang terinfeksi virus Nipah. Hewan yang terinfeksivirus Nipah tidak boleh dikonsumsi.
  • Konsumsi daging ternak secara matang
  • Bagi tenaga kesehatan dan keluarga yang merawat sertapetugas laboratorium yang mengelola spesimen pasienterinfeksi, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi(PPI) dengan benar
  • Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat sepertimembersihkan tangan secara teratur, etika bersin.

Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah terpapar penyakit virus Nipah. Untuk mencegah terpapar penyakit virus Nipah, Anda dapat menerapkan upaya pengendalian faktor risiko. Setiap pekerja memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan diri dan rekan kerja dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Let's discuss

Get Your Free Consultation

Let’s discuss your safety and electrical needs. Fill out the form below, and our expert team will contact you within 24 hours to confirm your appointment.