Penggunaan aksesoris pribadi di area kerja, seperti cincin, gelang, jam tangan, kalung, anting, lanyard, maupun aksesoris pakaian lainnya, sering dianggap tidak memengaruhi keselamatan kerja. Namun pada kenyataannya, aksesoris dapat menjadi sumber bahaya serius, terutama di area kerja yang melibatkan mesin, peralatan bergerak, pekerjaan manual, maupun aktivitas dengan risiko tinggi. Aksesoris yang dikenakan dapat tersangkut, tertarik, atau terjepit pada peralatan kerja tanpa disadari oleh pekerja.
Bahaya utama dari penggunaan aksesoris adalah risiko tersangkut pada mesin atau alat kerja. Mesin yang berputar, conveyor, kipas, dan alat mekanis lainnya dapat menarik aksesoris dengan cepat dan kuat, sehingga menyebabkan cedera parah seperti luka robek, patah tulang, cedera jari (ring avulsion), hingga kecelakaan fatal. Kalung, gelang, dan lanyard yang menjuntai juga berisiko menarik leher atau tubuh pekerja secara tiba-tiba dan menyebabkan kehilangan keseimbangan.
Selain risiko cedera fisik, aksesoris juga dapat memperburuk kondisi kerja dan mengganggu produktivitas. Aksesoris di tangan dapat membatasi ruang gerak, mengurangi kepekaan sentuhan, dan meningkatkan kemungkinan terpeleset atau salah pegangan saat bekerja. Dalam pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan kecepatan, kondisi ini dapat memicu kesalahan kerja yang berujung pada kecelakaan atau kerusakan peralatan.
Dari aspek kebersihan dan kualitas, aksesoris berpotensi menjadi sumber kontaminasi. Aksesoris dapat menyimpan kotoran, minyak, atau bahan kimia, serta berisiko terlepas dan jatuh ke produk atau mesin. Risiko ini sangat tinggi di industri makanan, minuman, farmasi, dan manufaktur presisi, di mana standar kebersihan dan kualitas produk harus dijaga secara ketat.
Aksesoris berbahan logam juga memiliki risiko tambahan di area kerja yang berkaitan dengan listrik atau panas. Logam dapat menjadi penghantar arus listrik dan meningkatkan risiko sengatan listrik ketika bersentuhan dengan panel atau kabel terbuka. Selain itu, aksesoris dapat menjadi panas saat terpapar suhu tinggi dan menyebabkan luka bakar pada kulit. Oleh karena itu, penerapan aturan larangan penggunaan aksesoris di area kerja, penggunaan pakaian kerja yang sesuai, serta kepatuhan terhadap SOP dan budaya saling mengingatkan merupakan langkah penting untuk mencegah kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman.